search

Sunday, April 27, 2008

visi masa depan 02

apakah kita masih sadar?
gelas perjamuan masih berserak
sisa hidangan menyampah dan bau
kemana tujuan kita berikutnya?
mencari korban atau menjadi korban

selamat pagi saudaraku

selamat pagi saudaraku
pagi ini sama dengan pagi yang kemarin
tanpa kokok ayam jago kandang
diganti dering mesin jam meja
tanpa sinar hangat mentari pagi
karena rumah padat menutupi berkas cahaya
tanpa kesegaran hembus angin yang melenakan
karena dinding pembatas menghentikan aliran hawa

kita wajib menerima takdir
sebagai bagian kecil dari kota tua
yang sering kasar, bodoh dan tidak manusiawi

taman bermain generasi baru

ayo buang recehan di saku celana
ada banyak produk menarik hati
ada banjir diskon bergoyang parau

disini uang jadi tujuan lima besar
taman ini kering dan penuh kepalsuan
mengapa kita titipkan anak bangsa kita?

aku menangis dan tertawa

rumah hati suci

hidup dimulai saat kita bersatu
hanya ada kita
hanya masa depan yang coba kita bangun
tegar tegarlah dan tetap semangat
tak ada masalah tanpa titik temu

hidup dimulai dalam rumah tua kita
tumpukan pekerjaan adalah hiasan penuh warna
yakin yakinlah dan pantang berbalik arah
pegang erat tanganku

hati suci adalah penerang jejak kaki
berapa lama bertahan?
berapa jauh kita menyendiri?

janganlah jadi api pertentangan
karena hidup adalah detik per detik arus jiwa

berkatalah dengan jujur
katakan, aku cinta kamu
bisikkan, aku sayang kamu

Saturday, April 26, 2008

pahlawan tanpa kubur

biarlah api menjilati jasad kotorku
biarlah angin terbangkan abu dan debu jiwa
biarlah hujan menghapus tangis bisu

aku adalah milik alam
tercipta dari nur kuasa dan gelap menghitam
kenapa kau ragukan aku?

kuburku dalam semangat perjuangan
nisanku adalah janji kemerdekaan
namaku adalah pelipur lara korban revolusi

aku adalah hening dalam bening air pancuran
aku adalah marah yang membakar setan pengkhianat
aku adalah cerminan ada dan tiada
tanpa hasrat dipuja bagai dewa

tangerang

bunga yang terakhir

menangislah untuk buang sial
tersedulah untuk menepis sesal
teriaklah untuk redakan gundah
marahlah untuk lampiaskan dendam

kita bukan pendosa tak termaaf

nasi telah menjadi bubur
darah pertama telah tertumpah
ranjang pengantin digelar tanpa penghulu
kita bersama teguk madu gairah
berpacu dalam nafas yang menderu

ah ... begitu cepat waktu berlalu
kita dalam panas nan menggeliat
mengguncang batin dunia lahir
kenapa risau jika kita tidak mabok?
sebab dan akibat adalah buah perbuatan

bagiku ...
kau adalah bunga yang terakhir

tangerang

Alam Raya

hijau hijaulah negeriku
teduh teduhlah bangsaku
bersatu padulah saudaraku

kita capai hidup dalam keterbelakangan
kita lelah berada dalam keterpaksaan

kemana perginya nurani insan timur?
kemana hilangnya rasa setia kawan?
kemana arah berbangsa dan bernegara?
kita adalah satu jiwa
disatukan semangat merubah hidup
dalam alam raya yang ternoda

kenapa?
mengapa?
dimana?
siapa?
kapan?
tak semua tanya wajib terjawab

tangerang